SAP: UKM Indonesia Siap Berkompetisi Secara Internasional

(Kiri) Suraj Pai, Vice President, Platform Solutions (Database, Technology, Analytics & Mobility), SAP South East Asia dan (Kanan) Roy Wakim, Director, Volume Channels, SAP South East Asia.

SAP dan Oxford Economics baru saja mengumumkan temuan-temuan penelitian mereka dari program penelitian Oxford Economics, yang menunjukkan bahwa perusahaan kecil dan menengah (UKM) di Indonesia dan diseluruh dunia sedang membuat perubahan besar pada cara berbisnis, produk-produk, dan strategi pemasaran mereka.

Dari hasil penelitian yang disponsori oleh SAP tersebut, dapat dikatakan kini UKM telah dipersiapkan untuk dapat  bersaing secara global. Para UKM juga berkompetisi dengan perusahaan yang lebih besar dengan berinvestasi pada teknologi untuk meningkatkan operasi mereka dan menjadi lebih efisien.

Survai global terhadap 2100 eksekutif UKM di 21 negara, termasuk di Indonesia, menunjukkan mereka yakin bahwa mereka melengkapi diri  untuk bersaing dengan perusahaan lebih  besar dan memiliki beberapa keunggulan nyata untuk dapat melebihi perusahaan yang lebih besar. Temuan-temuan pada penelitian tersebut memutarbalikkan stereotipe dari perusahaan lebih kecil sebagai perusahaan  lokal atau regional yang sebagian besar fobia terhadap teknologi.

“Temuan menyeluruh dari penelitian ini adalah bahwa UKM yang sukses di Indonesia akan berekspansi ke luar pasar domestik mereka untuk mempercepat pertumbuhan. Dan dengan demikian, mereka menghadapi persaingan ketat dari perusahaan multinasional besar dan memperdayakan pelanggan pada pasar yang baru, “kata Suraj Pai, Wakil Presiden, Solusi Platform, SAP Asia Tenggara. “UKM Indonesia perlu berinvestasi dalam inovasi teknologi terbaru untuk mengembangkan model bisnis mereka dan bersaing secara efektif di kancah internasional yang baru.”

Temuan-temuan penting dari penelitian ini, meliputi:

  • UKM Indonesia diharapkan untuk tumbuh diluar pasar domestik mereka selagi menghadapi kompetisi global yang meningkat pada pasar domestik. Tiga belas persen responden Indonesia saat ini melakukan bisnis sepenuhnya di pasar domestik dan angka ini diperkirakan turun tajam menjadi hanya 2 persen dalam tiga tahun. Selain itu, UKM Indonesia yang menghasilkan lebih dari seperlima dari pendapatan mereka dari luar negeri diproyeksikan meningkat dari 56 persen saat ini menjadi 74 persen dalam tiga tahun. Sementara, 14 persen dari UKM Indonesia yang disurvai tidak menghasilkan pendapatan dari luar Indonesia saat ini, angka ini turun menjadi hanya 5 persen dalam tiga tahun. Lebih dari setengah (55 persen) responden di Indonesia mengatakan mereka bersaing dengan lebih banyak  perusahaan asing saat ini dibandingkan pada masa lalu.
  • Di Indonesia, tenaga kerja dan masalah ekonomi adalah kekhawatiran UKM tertinggi.Meningkatnya biaya tenaga kerja yang kami kutip dari 39 persen dari UKM Indonesia yang disurvai adalah aspek utama yang mempengaruhi bisnis mereka saat ini. Ketidakpastian ekonomi (36 persen) dan pergeseran ekspektasi pelanggan (30 persen) menempati urutan kedua dan ketiga  yang mempengaruhi pasar lokal mereka.
  • UKM Indonesia sadar mereka harus melakukan transformasi bisnis untuk bisa bersaing. UKM Indonesia memahami kebutuhan untuk memikirkan kembali strategi bisnis mereka dalam rangka untuk beradaptasi dengan pasar yang semakin global. Dua pertiga dari responden di Indonesia,  baru saja selesai, tengah, atau akan memulai transformasi bisnis yang signifikan. Enam puluh empat persen dari UKM Indonesia yang disurvai setuju bahwa transformasi sangat penting untuk bertahan dalam persaingan. Lebih dari setengah responden di Indonesia (56 persen) mengatakan bahwa memperluas produk dan jasa sangatlah penting untuk mendorong pertumbuhan di era pasar baru dan pelanggan yang berdaya.
  • Teknologi adalah penting bagi UKM Indonesia dan elemen utama dalam transformasi bisnis. Berinvestasi teknologi baru adalah salah satu prioritas strategis bagi UKM dalam mentransformasi bisnis mereka untuk pasar global. Lebih dari setengah UKM Indonesia yang disurvai sangat percaya bahwa teknologi membantu mereka menjaga kelanggengan bisnis dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dalam hal investasi, 55 persen dari perusahaan menyebutkan teknologi mobile sebagai prioritas terbesar, diikuti oleh sosial media (51 persen) dan perangkat lunak manejemen bisnis (42 persen). Enam puluh tiga persen dari UKM Indonesia mengatakan investasi teknologi mereka tergantung pada sebuah hasil yang jelas atas investasi (return on investment).
  • Teknologi inovatif adalah kunci untuk meningkatkan pengembangan layanan dan produk dan mendorong efisiensi-efisiensi biaya. UKM Indonesia melihat pengembangan layanan dan produk dan mendorong efisiensi-efisiensi biaya sebagai dua manfaat terbesar dari penerapan teknologi disruptif. Komputasi awan (cloud computing) dan teknologi mobile diharapkan untuk memperlihatkan peningkatan terbesar terhadap adopsi di seluruh UKM Indonesia, pada 100 persen dan 40 persen, dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan global sebesar 35 persen dan 18 persen masing-masing. Lebih dari setengah dari UKM Indonesia yang disurvai (52 persen) mengharapkan sosial media memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan selama tiga tahun ke depan.
  • UKM Indonesia menghadapi berbagai rintangan dalam adopsi teknologi. Hampir setengah dari responden di Indonesia (46 persen) mengatakan komputasi awan merupakan kunci untuk mendorong efisiensi biaya, dan adopsi teknologi Cloud oleh UKM Indonesia diperkirakan akan tumbuh pesat dalam tiga tahun ke depan. Masalah keamanan (54 persen) dan kurangnya pemahaman tentang manfaat dari komputasi awan (40 persen) adalah tantangan utama untuk adopsi Cloud, demikian menurut UKM Indonesia yang disurvai. Selain itu, 63 persen UKM Indonesia khawatir tentang akurasi dan keandalan informasi ketika menggunakan analisis data.

“Jalan di masa depan ditandai baik bagi UKM di Asia Pasifik,” kata Edward Cone, Redaktur Pelaksana dan Analis Senior di Oxford Economics. “Globalisasi, transformasi dan teknologi akan menjadi keunggulan dari perusahaan kecil dan menengah yang sukses.” tandasnya.

sumber : chip.co.id

BeOne Solution - PT BO SOLUSI SAP Business One Partner Indonesia SAP Gold Partner Indonesia www.beone-solution.com

Tagged with: , , , , ,
Posted in SAP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

SPECIAL PROMO!
Follow me on Twitter
Contact

Adalah komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik dengan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pada perusahaan anda dengan tepat sasaran. Kecepatan eksekusi untuk meningkatkan produktifitas perusahaan anda adalah prioritas dan standar utama dari BeOne Solutions.

Untuk keterangan dan info lebih lanjut hubungi kami :

PT BO SOLUSI - BEONE SOLUTION

Grand Aries Niaga Blok E1 No.2R
Jl. Taman Aries, Meruya Utara, Kembangan
Jakarta Barat 11620
Hp. 0818-234-818
(CP : Martius Wijayanto)
www.beone-solution.com

%d bloggers like this: